Advertisement

Advertisement

sekolah jadi tempat covid-19, 15ribu murid positif

Sekolah jadi tempat covid-19, 15ribu murid positif

 

Covid-19 juga terjadi pada awal pembelajaran di kelas (PTM). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) mengatakan, 1.299 sekolah menjadi klaster Covid-19 saat siswa mengoperasikan PTM. Menurut data dari 09.45WIB pada 22 September, jumlah klaster setara dengan 2,77% dari semua sekolah yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.285 tenaga pendidik dan karyawan aktif dalam Covid-19. Jumlah siswa yang terinfeksi virus corona kini mencapai 15.655.

sekolah jadi tempat covid-19, 15ribu murid positif

Dengan perincian sebagian besar klaster berada pada level SD, yakni mengirimkan 584 klaster. Sementara itu, jumlah pendidik dan staf SD yang positif virus corona sebanyak 3.174, dan jumlah siswa yang terdampak Covid-19 mencapai 7.114.

Klaster terbesar berikutnya adalah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan 250 klaster transmisi. Dari jumlah tersebut, 955 pendidik terinfeksi Covid-19, dan 2.006 siswa dinyatakan positif virus corona. Di tingkat sekolah menengah, ada 243 klaster yang terinfeksi di sekolah kelas. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang terinfeksi sebanyak 1.482 sedangkan jumlah siswa yang terinfeksi mencapai 2.201. Selain itu, ditemukan 107 klaster di tingkat SMA. Kementerian mengatakan 798 pendidik dan staf terinfeksi dan 1.947 siswa terinfeksi virus corona. Di tingkat SMK, jumlah klaster mencapai 70 klaster transmisi. Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terinfeksi sebanyak 605 orang, sedangkan jumlah siswa mencapai 1.590 orang. Sedangkan jumlah klaster sekolah temporer (SLB) sebanyak 13, jumlah transfer tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 131, dan jumlah siswa 112.

Berdasarkan wilayah, sebagian besar dari 164 klaster PTM tersebut berasal dari Jawa Timur. Selanjutnya, Jawa Barat memiliki 149 klaster, Jawa Tengah 132 klaster, dan Nusa Tenggara Timur 104 klaster.

Selain itu, Sumatera Utara 52 klaster, Kalimantan Barat dan Sumatera Barat 50 klaster, Kalimantan Tengah 49 klaster dan Banten 44 klaster. Transmisi terendah adalah 2 klaster di Sulawesi Barat, 5 klaster di Sulawesi Tenggara, 6 klaster di Maluku Utara dan masing-masing 8 klaster di Sulawesi Utara dan Marc. Namun, PAUD dan Kemendikbudristek, Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen), mengatakan pelaksanaan PTM masih terbatas. Menurut data mereka, proporsi sekolah tatap muka hanya menyumbang 42% dari praktik pendidikan saat ini.
Di sisi lain, Aceh, Maluku Utara dan Sumatera Barat memiliki proporsi PTM tertinggi. Di sisi lain, DKI Jakarta memiliki proporsi sekolah tatap muka paling rendah. “660 sekolah di DKI memiliki PTM terbatas, tetapi frekuensinya terbatas. Seminggu hanya sehari,ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *