Breaking News

Perpanjangan PPKM Level 4 Bayangi IHSG

Download Atau upgrade aplikasinya disini

Perpanjangan PPKM Level 4 Bayangi IHSG

Diperkirakan tingkat indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam kisaran terbatas pada Selasa (3/8/2021). Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di beberapa daerah menjadi sentimen IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, pola gerakan IHSG sejauh ini masih di dalam fase konsolidasi.

Dia mengatakan bahwa fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupee belum berdampak pada pola gerakan IHSG. Ini karena sektor riil terus menurun. Namun, dorongan gerakan yang berfluktuasi dalam gerakan IHSG dapat digunakan untuk investor jangka pendek, menengah dan jangka panjang. IHSG akan bergerak di kisaran 6.001-6.202.

“IHSG memiliki potensi untuk bergerak dalam jangkauan terbatas,” katanya dalam catatannya.

Sementara itu, Kepala Riset PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, IHSG memiliki kesempatan untuk koreksi tipis pada hari Selasa, 3 Agustus 2021. Namun, tingkat dukungan IHSG masih cukup kuat di 6.000.

Wawan mengevaluasi, kasus Covid-19 tetap lebih dari 30 hingga 40 ribu kasus per hari, tetapi tingkat tidur di rumah sakit berkurang, sehingga menjadi katalis positif. Namun, Level PPKM yang level 4, menurut Wawan, akan mempengaruhi proyeksi kinerja keuangan Perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.

“IHSG tidak akan pergi ke mana pun. Level 6.000 cukup kuat. IHSG memiliki koreksi tetapi sedikit pada 5950. IHSG membahas 6.200 jika PPKM diangkat” saat dihubungi Liputan6.com.

Dia mengatakan, IHSG akan berada di 6.000-6.100. Kata Wawan, perasaan level 4 ppkm masih merupakan fokus utama. Sementara dari sentimen global, Wawan belum terlalu signifikan.

Sementara itu, kata PT MNC Sekuritas Herditya Wicksana Analyst, peserta pasar tetap mengetahui tingkat dukungan 6.015.

“Sementara IHSG masih bergerak di atas level itu, IHSG memiliki kesempatan untuk menguat lagi untuk menguji tingkat resistensi 6.166,” katanya.

Diprediksi, IHSG bergerak dalam kisaran dukungan 6.015,5.947 dan resistance pada 6.166,6.230. Sebelumnya, IHSG bergerak 0,44 persen menjadi 6,096 diikuti dengan munculnya tekanan pembelian pada hari Senin, 2 Agustus 2021.

Saham yang dapat dicermati pelaku pasar, Wawan memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Wawan mengatakan, saham BBCA berada di bawah Rp 30.000 menarik untuk dikoleksi. Pada penutupan perdagangan Senin, 2 Agustus 2021, saham BBCA turun 0,17 persen ke posisi Rp 29.800 per saham.

“Saham BCA di bawah Rp 30 ribu itu sudah murah, dan bisa dikoleksi. Kalau PPKM diangkat, saham BCA akan diburu,” kata dia.

Sedangkan saham INDF dan ICBP menjadi pilihan, Wawan melihat laporan keuangan dua emiten yang cukup baik. “Dampak dari PPKM akan terlihat pada kuartal III. Tapi tahun ini akan jauh lebih baik,” kata dia.

William memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), INDF.

Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

sumber : liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *